BREAKING NEWS
Showing posts with label Ekonomi Akuntansi. Show all posts
Showing posts with label Ekonomi Akuntansi. Show all posts

Friday, April 10, 2015

LAPORAN KEUANGAN NERACA

Ikubaru's Blogzia-Menurut Prof. Lili Sadeli (2011:19) Neraca merupakan suatu daftar yang memuat ikhtisar tentang harta, hutang, dan modal suatu unit usaha atau perusahaan pada suatu saat tertentu, biasanya pada penutupan hari terakhir dari suatu bulan atau suatu tahun.


Laporan Nearca merupakan laporan yang paling penting dalam akuntansi karena memuat mengenai posisi keuangan perusahaan, yakni seperti memuat Harta Perusahaan atau Aktiva dan Pendaan dan permodalan Perusahaan atau Pasiva.

Dalam laporan neraca terbagi menjadi 2 bagian atau yang disebut pos neraca yakni Aktiva dan Pasiva. Aktiva terdiri dari harta apa saja yang dimiliki perusahaan tersebut, sedangkan Pasiva memuat terdiri dari hutang (liabilities) dan modal (equity).



Laporan Neraca memiliki dua bentuk yang sering digunakan, yakni:
  1. Bentuk Horizontal atau skronto (account form)
  2. Bentuk Vertikal (report form)

Laporan Neraca Bentuk Horizontal merupakan laporan neraca yang terbagi menjadi dua sisi yakni sisi kiri untuk Aktiva dan sisi kanan untuk Pasiva. Bentuk Horizontal ini sering juga disebut sebagai bentuk T. Adapun Neraca bentuk horizontal ialah sebagai berikut:

LAPORAN NERACA BENTUK HORIZONTAL

Laporan Neraca bentuk Vertikal merupakan laporan neraca yang terdiri dari satu sisi saja dan memuat pos neraca secara list kebawah. Berikut merupakan bentuk laporan neraca bentuk vertikal:

LAPORAN NERACA BENTUK VERTIKAL



POS NERACA: AKTIVA

Aktiva merupakan gambaran harta yang dimiliki oleh perusahaan dalam kegiatan sehari-harinya. Aktiva terbagi menjadi dua kelompok, yakni Aktiva Lancar (Current Assets) dan Aktiva Tetap (Fixed Assets). Aktiva Lancar merupakan kas dan aktiva lainnya yang dapat diuangkan dalam waktu kurang dari periode akuntansi (1 tahun). Adapun yang akun yang termasuk dalam Aktiva Lancar ialah sebagai berikut:
  • Kas (Cash)
  • Surat Berharga (Marketable Security)
  • Wesel Tagih (Notes Reicevable)
  • Piutang Dagang (Account Receivable)
  • Pendapatan yang masih diterima (Accured Receivable)
  • Perlengkapan Toko (Store Supplies)
  • Perlengkapan Kantor (Office Supplies)
  • Persediaan Barang Dagangan (Merchandise Inventory)
  • Biaya Dibayar Dimuka (Prepaid Expenses)
  • Aktiva Lancar lainnya
Aktiva Tetap (Fixed Assets) merupakan kekayaan yang dimiliki perusahaan yang fisiknya konkret dan dapat digunakan dalam operasi perusahaan secara permanen (lebih dari satu periode akuntansi). Aktiva Tetap terdiri dari beberapa akun, yakni:
  • Peralatan
    • Peralatan toko (store equipment)
    • Peralatan kantor (office equipment
    • Peralatan pabrik (factory  equipment
  • Kendaraan Operasional
  • Bangunan (Building)
  • Tanah (Land)
  • Aktiva Tetap lainnya

POS NERACA PASIVA: HUTANG

Hutang merupakan kewajiban perusahaan pada pihak ketiga dalam hal pendanaan kegiatan operasional sehari-hari. Hutang terbagi menjadi dua, yakni Hutang Lancar (short term liabilities) dan hutang jangka panjang (long term liabilities).

HUTANG LANCAR (SHORT TERM LIABILITIES)

Hutang Lancar ialah kewaiban keuangan perusahaan yang harus dibayar dalam waktu kurang dari satu tahun. Hutang lancar terdiri dari beberapa akun, yakni sebagai berikut:
  • Hutang dagang (account payable)
  • Hutang wesel (notes payable)
  • Hutang pajak (tax payable)
  • Biaya yang masih harus dibayar (accured payable)
    • Rekening listrik dan air
    • Biaya Telepon
    • Honorarium
  • Hutang jangka panjang yang telah jatuh tempo
  • Hutang lain-lain

HUTANG JANGKA PANJANG (LONG TERM LIABILITIES)

Hutang jangka panjang ialah kewajiban keuangan perusahaan yang dibayar dalam jangka waktu lebih dari satu tahun. Hutang jangka panjang terdiri dari beberapa akun, yakni:
  • Wesel bayar jangka panjang
  • Hutang hipotik (Mortgage payable)
  • Hutang obligasi (Bond payable)
  • Hutang Jangka panjang lainnya

POS NERACA PASIVA: MODAL (EQUITY)

 Modal merupakan hak atau bagian yang dimiliki oleh pemilik perusahaan atau pemilik saham perusahaan. Dalam perusahaan perseorangan dan CV, akun modal hanya terdiri dari Modal Sendiri, sedangkan pada PT. Modal terdiri dari beberapa akun, yakni:
  • Modal Saham
    • Saham Biasa (Common stock)
    • Saham Preferen (Preferend stock)
  • Laba yang Ditahan (Retained earnings)
  • Cadangan


Keywords:
contoh neraca keuangan, contoh neraca, laporan keuangan perusahaan, contoh laporan keuangan, contoh laporan neraca, laporan neraca perusahaan,neraca perusahaan, laporan keuangan perusahaan, akuntansi keuangan, contoh neraca perusahaan

Monday, April 6, 2015

APA ITU LAPORAN KEUANGAN? (TEORI DAN APLIKASI)

Ikubaru's Blogzia-Laporan keuangan merupakan data penting bagi suatu perusahaan dalam mengukur keberlangsungan hidup perusahaan. Melalui laporan keuangan perusahaan dapat melihat seberapa besar kemampuan keuangan serta kesehatan perusahaan. Dalam laporan keuangan terbagi menjadi beberapa bagian, yakni Laporan Neraca Perusahaan, Laporan Laba-Rugi, Laporan Perubahaan Modal, dan Laporan Arus Kas. Pembahasan konten laporan keuangan akan kita bahas sesaat lagi. Namun sebelumnya, tahukah sobat APA SIH YANG DIMAKSUD DENGAN LAPORAN KEUANGAN?

Lihat: Bentuk Laporan Keuangan

Laporan Keuangan merupakan laporan tertulis yang memberikan informasi kuantitatif tentang posisi keuangan dan perubahan-perubahannya, serta hasil yang dicapai selama peiode tertentu. 

Posisi keuangan ini memberikan gambaran bagaimana sih sususnan yang dimiliki perusahaan dan sumber-sumber kekayaan didapat. Perubahaan posisi keuangan dapat menunjukkan kemajuan perusahaan, memberikan gambaran tentang perolehan laba dalam kegiatan perusahaan, dan evaluasi kebijakan manajemen yang diterapkan dalam meraih laba.


TUJUAN LAPORAN KEUANGAN DAN PIHAK YANG BERKEPENTINGAN

Setelah tahu apakah yang dimaksud dengan laporan keuangan, kemudian apa sih Tujuan Laporan Keuangan itu? Menurut Sadeli (2011:19) ada beberapa tujuan umum laporan keuangan, antara lain:
  1. Menyajikan informasi yang dapat diandalkan tentang kekayaan dan kewajiban
  2. Menyajikan informasi yang dapat diandalkan tentang perubahan kekayaan bersih perusahaan sebagai hasil dari kegiatan usaha
  3. Menyajikan informasi yang dapat  diandalkan tentang perubahan kekayaan bersih perusahaan yang bukan berasal dari kegiatan usaha (seperti bunga, investasi, dan lain sebagainya)
  4. Menyajikan informasi yang dapat membantu para pemakai dalam menaksir kemampuan perusahaan memperoleh laba
  5. Menyajikan informasi lain yang sesuai dengan keperluan para pemakainya.
Dari tujuan laporan keuangan diatas, pasti kita akan bertanya Siapa sih yang berkepentingan dalam Laporan Keuangan? Ada beberapa pihak yang terlibat dan berkepentingan, yakni:
  1. Manajer Keuangan, berkepentingan dalam menentukan kebijakan keuangan perusahaan serta memperkirakan investasi dan penggunaan dana dalam operasional perusahaan agar dapat meningkatkan keuntungan (profit).
  2. Pemilik Perusahaan, berkepentingan dalam menilai berhasil atau tidaknya manajemen mengelola keuangan perusahaan serta menganalisis sampai seberapa kuat perusahaan dalam persaingan bisnis.
  3. Kreditur, berkepentingan dalam menganalisis kemampuan perusahaan dalam pemenuhan kewajibannya, baik kewajiban jangka pendek maupun kewajiban jangka panjang.
  4. Investor, berkepentingan dalam menganalisis tingkat pengembalian investasi (return) dari modal yang telah ditanamkan di perusahaan melalui saham.
  5. Pemerintah, berkepentingan dalam hal penentuan pajak yang dibayarkan oleh perusahaan.



BENTUK LAPORAN KEUANGAN

Seperti yang telah dijelaskan diatas ada beberapa bentuk laporan keuangan, yakni Laporan Neraca, Laporan Laba-Rugi, Laporan Perubahan Modal, dan Laporan Arus Kas. Berikut penjelasan mengenai Bentuk Laporan Keuangan:

LAPORAN NERACA

Laporan Neraca merupakan laporan yang memuat ikhtisar tentang Aktiva (Harta), Hutang, dan Modal Perusahaan pada periode tertentu. Hutang dan Modal dalam Laporan Neraca dimasukkan pada kelompok Pasiva, sedangkan Harta dikelompokkan menjadi Aktiva.

Laporan Neraca terbagi menjadi dua bentuk yakni bentuk Horizontal (Account Form) dan Vertikal (Report Form). Dalam bentuk Horizontal kelompok akun akan dibagi menjadi dua sisi, sisi kiri merupakan Aktiva dan sisi kanan merupakan Pasiva (Hutang dan Modal). Bentuk Horizontal disebut juga bentuk T.

Sedangkan dalam bentuk Vertikal, akun akan dikelompokkan dalam satu kolom dan dirinci dibawah pos aktiva dan pasiva.

Adapun contoh bentuk Laporan Neraca ialah sebagai berikut:

LAPORAN NERACA BENTUK VERTIKAL



LAPORAN NERACA BENTUK HORIZONTAL



LAPORAN LABA-RUGI

Laporan Laba Rugi merupakan laporan keuangan yang memuat mengenai ikhtisar tentang penghasilan, biaya, serta hasil netto suatu perusahaan pada periode akuntansi. Laporan Laba-Rugi menginformasikan mengenai perubahan komposisi keuangan dari kegiatan operasi perusahaan dengan membandingkan data dari periode akuntansi lalu dengan menyajikan dua unsur utama laba-rugi yakni Penghasilan (Revenue) dan Biaya (Expense).

Laporan Laba Rugi mempunyai dua bentuk, yakni Bentuk Tunggal (Single Step) dan Bentuk Majemuk (Multiple Step). Adapun bentuk dari laba rugi ialah sebagai berikut:

BENTUK TUNGGAL

BENTUK MAJEMUK



Laporan Laba-Rugi Bentuk Tunggal banyak digunakan oleh perusahaan jasa, sedangkan Laporan Laba-Rugi Bentuk Majemuk banyak digunakan oleh perusahaan manufaktur.

LAPORAN PERUBAHAN MODAL

Laporan Perubahan Modal merupakan laporan yang memuat ikhtisar terperinci mengenai perubahan modal suatu perusahaan pada periode tertentu dalam akuntansi. Pada Laporan Perubahan Modal menggambarkan mengenai perubahan netto dalam modal juga unsur-unsurnya yang menyebabkan terjadinya perubahan itu sendiri. Dalam laporan ini terdapat dua unsur penting yakni transaksi operasi dan transaksi modal.

Transaksi Operasi ialah transaksi yang berkaitan dengan kegiatan usaha perusahaan pada umumnya, yakni seperti pendapatan dan biaya. Sedangkan Transaksi Modal ialah transaksi yang timbul akibat hubungan antar pemilik dengan perusahaan yang bersangkutan dalam usaha penyediaan dana, contohnya seperti penyetoran atau investasi dan pengambilan pribadi.

Berikut merupakan contoh Laporan Perubahan Modal


KARAKTERISTIK KUALITATIF LAPORAN KEUANGAN

Berdasarkan Standar Laporan Keuangan tahun 2002, Karakteristik aporan Keuangan merupakan ciri khas yang membuat informasi menjadi berdaya guna bagi pemakainya. Adapun beberapa karakteristik penting yang harus tercermin pada laporan keuangan adalah sebagai berikut:
  1. Dapat Dipahami, pemakai dapat mengerti mengenai konten laporan keuangan tersebut.
  2. Relevan, informasi dalam laporan harus relevan untuk memenuhi kebutuhan pemakai dalam proses pengambilan keputusan.
  3. Materialitas, menggambarkan mengenai fisik akun dalam laporan keuangan.
  4. Keandalan, informasi dalam laporan keuangan harus bebas dari pengertian yang menyesatkan.
  5. Penyajian Jujur, Informasi dalam laporan keuangan harus disusun secara jujur dan terpercaya
  6. Subtansi Mengungguli Bentuk, pencatatan transaksi keuangan dalam laporan keuangan harus berdasar realitas ekonomi dan bukan hanya bentuk hukumnya.
  7. Netralitas, Informasi harus diarahkan pada kebutuhan umum pemakai  dan tidak bergantung kepada kebutuhan dan keinginan pihak tertentu.
  8. Pertimbangan Sehat, Laporan keuangan harus mengandung unsur kehati-hatian pada saat melakukan perkiraan dalam kondisi ketidakpastian.
  9. Kelengkapan, informasi dalam laporan keuangan harus lengkap dalam batasan materialitas dan biaya.
  10. Dapat Dibandingkan, Laporan keuangan dapat dibandingkan antar periode untuk mengidentifikasi kecenderungan atau tren posisi dan kinerja keuangan.
  11. Tepat Waktu, Laporan keuangan harus disusun sesuai target waktu yang telah ditentukan agar informasi yang dihasilkan tidak kehilangan relevansinya.
  12. Keseimbangan Biaya dan Manfaat, Manfaat yang dihasilkan informasi seharusnya melebihi biaya penyusunannya.
  13. Keseimbangan Karaketeristik Kualitatif, Keseimbangan atau trade off berbagai karekteristik kualitatif sering diperlukan untuk mencapai suatu keseimbangan yang tepat diantara berbagai karakteristik untuk memenuhi tujuan palopran keuangan.
  14. Penyajian Wajar, Laporan keuangan sering dianggap menggambarkan pandangan wajar ditinjau dari cara menyajikan dengan wajar, posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan. 

KEYWORD:
  • LAPORAN KEUANGAN
  • UANG DAN LAPORANNYA
  • LAPORAN BULANAN
  • LAPORAN TAHUNAN
  • ANNUAL REPORT PT.
  • AKUNTANSI LAPORAN KEUANGAN
  • MATERI SKRIPSI AKUNTANSI
  • MANAJEMEN KEUANGAN LAPORAN KEUANGAN
  • MATERI SKRIPSI MANAJEMEN KEUANGAN
  • CONTOH LAPORAN KEUANGAN MASJID
  • CONTOH LAPORAN NERACA
  • CONTOH LAPORAN LABA-RUGI
  • TIPS MENYUSUN LABA RUGI

Thursday, January 22, 2015

DI JURUSAN AKUNTANSI AKAN BELAJAR APA?


DI JURUSAN AKUNTANSI AKAN BELAJAR APA?


Ikubaru's Blogzia-Kalian lagi berniat untuk mengambil jurusan Akuntansi di Perguruan Tinggi? Apa sih yang motivasi kalian ingin meneruskan jurusan Akuntansi? Pasti banyak jawabannya mulai dari ingin melanjutkan jurusan yang relevan di SMK atau bisa karena peluang kerjanya yang sangat diminati di dunia kerja. Memang ga ada salahnya punya alasan seperti itu, ya ga sob? 

Oya apa sih yang ada di benak kalian tentang pelajaran yang akan dipelajari di jurusan Akuntansi? Bagi kamu anak SMK Akuntansi pasti ga asing lagi dengan materi kuliah di Jurusan Akuntansi. Pada umumnya di Jurusan Akuntansi akan banyak mempelajari tentang Siklus Akuntansi, Proses Pembautan Laporan Keuangan, serta analisis dalam Laporan Keuangan itu sendiri. Selain itu di Jurusan Akuntansi juga akan membedah Sistem Informasi yang dipakai dalam Proses Akuntansi.

Oya bagi kamu yang penasaran lebih dalam tentang Jurusan Akuntansi itu seperti apa, Admin ada review yang mungkin bisa membantu dalam memantapkan pilihan kamu memilih Jurusan Akuntansi



APA SIH MATERI KULIAH DASAR DI JURUSAN AKUNTANSI?

Dalam mendukung materi kuliah yang dipelajari, Mahasiswa Jurusan Akuntansi akan diberikan materi kuliah dasar seperti Pengantar Akuntansi (biasanya akan dipelajari hingga beberapa semester), Ekonomi Mikro, Ekonomi Makro, Pengantar Manajemen, Matematika Ekonomi Bisnis, dan masih banyak lagi.

Pada dasarnya materi perkuliahan dasar di Jurusan Akuntansi hampir sama dengan Materi Kuliah Manajemen, karena sangat berkaitan antara materi Akuntansi dan Manajemen. Karena itulah maka kedua jurusan ini dimasukkan dalam satu Fakultas, yakni Fakultas Ekonomi (FE).

Materi dasar yang dipelajari di Jurusan Akuntansi ini disebut dengan Mata Kuliah Keahlian dan Ketrampilan (MKK). Untuk lebih rincinya kita akan bahas sesaat lagi. Simak terus ya sob!



APA SIH YANG DIPELAJARI DI AKUNTANSI DASAR?

Banyak yang menanyakan bab apa saja yang dipelajari di Akuntansi Dasar atau Pengantar Akuntansi? Pada dasarnya yang awal dipelajari ialah Persamaan Akuntansi, Siklus Akuntansi, Pembuatan Laporan Neraca, Laba-Rugi, Arus Kas, dan Laporan Perubahan Modal, Pos Aktiva dan Pasiva, Pembuatan Jurnal dan Buku Besar, dan masih banyak lagi.



SAYA LULUSAN SMA IPA ATAU STM, APAKAH SAYA AKAN TERTINGGAL MATERI AKUNTANSI?

Pertanyaan yang menarik dan banyak ditanyakan kepada Admin di beberapa Grup Facebook. Apakah akan tertinggal? Jawabannya GA LOH SOB :) Soalnya di Jurusan Akuntansi kita akan mempelajari materi dari awal lagi, jadi mau itu lulusan SMK Teknik atau SMA IPA atau juga SMK Akuntansi semua akan mempelajari materi dari awal lagi, jadi jangan takut untuk ketinggalan materi.

Oya Admin ada sebuah cerita dari adek kelas Admin di Kampus, dia lulusan SMK TKJ, dia Cewe dan kebetulan cantik bingit haha. Awalnya dia sempet kesulitan mempelajari Pengantar Akuntansi I karena selama di SMK ga pernah belajar Akuntansi, tapi seiring berjalannya waktu dia tekun mempelajari sekarang sudah mahir dalam Akuntansi.



APA SAJA MATERI PERKULIAHAN YANG DIAJARKAN?

Sebelumnya kita harus tahu beberapa Kelompok Mata Kuliah yang diajarkan di Perguruan Tinggi, seperti:
  • MPK (Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian)
  • MKK (Mata Kuliah Keahlian dan Keterampilan)
  • MPB (Mata Kuliah Perilaku Berkarya)
  • MKB (Mata Kuliah Keahlian Berkarya)
  • Mata Kuliah Pilihan Jurusan / Fakultas
  • Mata Kuliah Konsentrasi
Namun mata kuliah di satu Perguruan Tinggi satu dengan Perguruan Tinggi lain bisa saja berbeda. Hla ini dikarenakan perbedaan kurikulum lokal yang dipakai. Adapun secara umum jurusan Akuntansi pembagian Mata Kuliahnya ialah sebagai berikut:


MPK (MATA KULIAH PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN)

MPK merupakan Kelompok Mata Kuliah yang memfokuskan untuk pengembangan kepribadian dan moral mahasiswanya. MPK Jurusan Akuntansi pada umumnya terdiri dari:
  1. Pendidikan Agama
  2. Pendidikan Kewarganegaraan
  3. Pendidikan Pancasila
  4. Bahasa Indonesia
  5. Bahasa Inggris Bisnis
  6. Ilmu Alamiah Dasar
  7. Ilmu Budaya Dasar 


MKK (MATA KULIAH KEAHLIAN DAN KETERAMPILAN)

MKK merupakan Kelompok Mata kuliah yang memfokuskan pada landasan kelimuan dan keterampilan tertentu yang dipergunakan dalam Mata Kuliah Lanjutan. MKK dalam Jurusan Akuntansi pada umumnya terdiri dari:
  1. Ekonomi Mikro
  2. Ekonomi Makro
  3. Pengantar Akuntansi (dipelajari sampai beberapa semester)
  4. Pengantar Bisnis
  5. Pengantar Manajemen
  6. Matematika Ekonomi
  7. Matematika Bisnis
  8. Pengantar Aplikasi Komputer
  9. Kewirausahaan
  10. Ekonomi Koperasi 


MPB (MATA KULIAH PERILAKU BERKARYA)

MPB menekankan para mahasiwa dalam pembentukan sikap dan perilaku yang diperlukan dalam proses berkarya berdasarkan jurusan yang diambilnya. MPB dalam Jurusan Akuntansi pada umumnya terdiri dari:
  1. Akuntansi Keuangan (Biasanya dipelajari hingga beberapa Semester)
  2. Lab. Akuntansi Keuangan (Dipelajari hingga 2 semester)
  3. Akuntansi Keuangan Lanjutan
  4. Akuntansi Biaya
  5. Akuntansi Manajemen
  6. Akuntansi Sektor Publik
  7. Auditing (Dipelajari hingga beberapa semeseter)
  8. Sistem Pengendalian Manajemen
  9. Sistem Informasi Akuntansi
  10. Teori Akuntansi
  11. Etika Profesi
  12. Komunikasi Bisnis
  13. Corporate Governance
  14. Perpajakan (dipelajari hingga beberapa semester)


MKB (MATA KULIAH KEAHLIAN BERKARYA)

MKB menenkankan pada kajian yang dapat menghasilkan tenaga ahli dalam berkarya berdasarkan dasar keilmuan dan keterampilan yang dikuasai. MKB pada Jurusan Akuntansi terdiri dari:
  1. Statistik 
  2. Pengantar Aplikasi Komputer Akuntansi
  3. Metode Penelitian 
  4. Perekonomian Indonesia
  5. Manajemen Pemasaran
  6. Manajemen Keuangan
  7. Manajemen Operasional
  8. Manajemen Sumber Daya Manusia


MATA KULIAH PILIHAN


Mata Kuliah Pilihan merupakan Mata Kuliah yang diadakan untuk menunjang kemampuan dan wawasan mahasiswa yang menempuhnya. Adapun mata kuliah yang sering dijadikan Mata Kuliah Pilihan di Jurusan Akuntansi ialah:
  1. Akuntansi Oganisasi Nirlaba
  2. Akuntansi Internasional
  3. Perpajakan Internasional
  4. Manajemen Strategik
  5. Bisnis Internasional

MATA KULIAH KONSENTRASI

Kamu sudah baca review Jurusan Akuntansibelum? Jika sudah pasti tahu apa saja Konsentrasi Jurusan Akuntansi. Yaa.. di Jurusan Akuntansi ada beberapa konsentrasi yakni Akuntansi Keuangan, Akuntansi Pemeriksaan (Auditing), Akuntansi Sektor Publik, Akuntansi Perpajakan dan Sistem Informasi Akuntansi. Adapun Pembagian mata kuliahnya ialah:
AKUNTANSI KEUANGAN
  1. Analisis Sekuritas dan Portofolio
  2. Akuntansi Syari'ah
  3. Analisis Laporan Keuangan

AKUNTASI PEMERIKSAAN (AUDITING)
  1.  Sistem Informasi Auditing
  2. Internal Auditing
  3. Pemeriksaan Forensik atau juga disebut Audit Investigasi

AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK
  1. Perencanaan dan Penagnggaran Sektor Publik
  2. Standar Akuntansi Sektor Publik
  3. Audit Akuntansi Sektor Publik

AKUNTANSI PERPAJAKAN
  1. Perencanaan Pajak
  2. Manajemen Perpajakan
  3. Audit Perpajakan
SISTEM INFORMASI AKUNTANSI 
  1. Perancangan Sistem Informasi Akuntansi
  2. SIA berbasis Komputer
  3. Support System Management

Mata Kuliah Akhir yang ada di jenjang Starta 1 ialah Skripsi. Mata Kuliah ini bisa dibilang menjadi penentu kelulusan mahasiswa dalam studi. Tak terkecuali di Jurusan Akuntansi. Sebelum menempuh Skripsi, seorang mahasiswa diharuskan untuk menempuh Mata Kuliah Seminar. Mata Kuliah Seminar ini banyak mengupas mengenai penelitian apa yang akan dibuat dalam skripsi dan mempresentasikannya. Mata Kuliah ini lebih menjurus pada konsentrasi yang diambil oleh mahasiswa.

Friday, November 15, 2013

JURUSAN AKUNTANSI ITU KAYA GIMANA SIH?

Ikubaru's Blogzia-Ketika lulus SMA sobat bingung mau mengambil jurusan apa di Perguruan Tinggi? Memang banyak pilihan Program Studi yang menarik salah satunya ialah Jurusan Akuntansi. Jurusan Akuntansi ini tergabung didalam Fakultas Ekonomi bersama Jurusan Manajemen, dan untuk beberapa Perguruan Tinggi juga termasuk Jurusan Ekonomi dan Ekonomi Pembangunan.

Jurusan Akuntansi banyak diminati di berbagai perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta. Hal ini dikarenakan tingginya kebutuhan pasar kerja akan tenaga akuntansi yang kompeten. Untuk Jurusan Akuntansi dibeberapa Perguruan Tinggi Negeri untuk Kelompok Sosial-Humaniora, seperti Universitas Indonesia, Universitas Andalas, dan PTN lain menduduki urutan peminat terbanyak disamping jurusan Manajemen, Hukum,  dan jurusan yang tergabung di FISIP.

Di Jurusan Akuntansi banyak hal yang akan dipelajari bukan hanya mengenai pelaporan keuangan saja, tetapi juga mempelajari mengenai Auditing, Perancang Sistem Akuntansi, dan juga perpajakan (Akuntansi Perpajakan). Semua materi pelaporan dan teknisnya akan dipelajari dalam jurusan Akuntansi dikarenakan Akuntansi dapat dikatakan sebagai bahasanya dunia usaha.


APA SIH YANG DIPELAJARI DI JURUSAN AKUNTANSI?

Sobat bisa simak pembahasan mengenai Apa saja yang dipelajari di Jurusan Akuntansi dibawah ini:


PROSPEK KARIR JURUSAN AKUNTANSI

Jurusan Akuntansi akan memberikan prospek karir bagi yang mempelajarinya sebagai:
  1. Akuntan, baik Akuntan Publik, Akuntan Perusahaan, maupun Akuntan Pemerintah
  2. Internal Auditor
  3. Adminstrasi Keuangan Perusahaan
  4. Administrasi Perpajakan di Direktorat Pajak, baik Pusat maupun Daerah
  5. Auditor di Badan Pemeriksa Keuangan
  6. Konsultan Keuangan
  7. Staff Akuntansi di Perbankan
  8. Tenaga Pengajar Akuntansi, baik Dosen maupun Guru SMA dan SMK
  9. Wirausaha, dan lain-lain

 KONSENTRASI JURUSAN AKUNTANSI

Untuk penjurusan konsentrasi Jurusan Akuntansi memang berbeda-beda di setiap Perguruan Tinggi, akan tetapi secara umum jurusan Akuntansi memiliki konsentrasi, sebagai berikut:
  1. Konsentrasi Akuntansi Perpajakan.
    Konsentrasi Akuntansi Perpajakan akan membekali peminatnya ilmu mengenai pelaporan perpajakan, audit perpajakan, manajemen perpajakan, maupun sistem yang mendukung perpajakan itu sendiri.

  2. Konsentrasi Auditing
    Konsentrasi Auditing akan membekali peminatnya kemampuan dalam audit proses data elektronik, audit laporan keuangan perusahaan, serta audit investigasi aliran keuangan. Konsentrasi ini akan membekali pembelajarnya menjadi seorang yang kompeten dalam bidang auditing.
  3. Konsentrasi Sistem Informasi Akuntansi (Perancangan Sistem)
    Konsentrasi Sistem Informasi Akuntansi akan membekali peminatnya menjadi seorang yang berkompeten dalam perancangan Sistem Informasi Akuntansi, baik secara manual maupun komputerisasi akuntansi. Konsentrasi ini juga membekali pembelajarnya handal dalam sistem pengendalian manajemen yang berguna dalam masukkan informasi keuangan bagi manajemen untuk mengambil keputusan manajemen.
  4. Konsentrasi Sektor Publik
    Konsentrasi Sektor Publik akan memekali peminatnya kompeten dalam pelaporan keuangan pemerintah pusat dan daerah, serta organisasi nirlaba, baik di lingkungan pemerintah maupun di lingkungan organisasi nirlaba swasta.

ANAK IPA DAN STM APA AKAN SUSAH MEMPELAJARI AKUNTANSI?

Mungkin sering ada pertanyaan seperti ini. Pada intinya semua materi baik itu sebelumnya telah dipelajari maupun tidak, apabila kita serius untuk mempelajari, Insya Allah pasti bisa. Tinggal bagaimana kita saja. Nah, untuk Anak IPA atau STM yang sebelumnya merasa asing dengan pelajaran Akuntansi, bila serius untuk mempelajarinya, yakin pasti jadi handal.

Dulu ada pernah Dosen saya, ia lulusan SMK Farmasi lalu ia melanjutkan studi S1 nya di Jurusan Akuntansi di salah satu Universitas Swasta. Ia tidak merasa canggung akan pelajaran akuntansi, malah ia paham akan materi-materi akuntansi. Jadi, lulusan SLTA bukan halangan untuk mengambil jurusan yang berbeda dengan jurusan di SLTA, termasuk Jurusan Akuntansi.




Thursday, March 14, 2013

JURNAL DAN TRANSAKSI KEUANGAN

Jurnal berasal dari Bahasa Prancis, yakni Jour yang berarti hari. Berasal dari kata asalnya, Jurnal ialah buku harian yang digunakan untuk mencatat transaksi keunagan secara kronologis kedalam kelompok Debet atau Kredit. Jurnal merupakan catatn pertama dalam Siklus Akuntansi. Untuk itulah Jurnal merupakan titik pokok dari pencatatan transaksi keungan.

Setiap pencatatan transaksi keuangan kedalam Jurnal haruslah dibuktikan dan dan didukung dengan Dokumen Sumber. Nha, Dokumen Sumber disini bermacam-macam bentuknya tergantung dari jenis transaksinya. Biasanya Dokumen Sumber yang dipakai dalam pencatatan ini ialah seperti Faktur Penjualan, Faktur Pembelian, Kwitansi, Cek, Rekening Biaya, dan lain sebagainya.

Dalam proses pencatatan transaksi ke Buku Besar (Ledger), seringkali terjadi kesalahan, maka untuk itu Jurnal digunakan untuk menghindari kesalahan tersebut terutama pada masalah debet dan kredit. Adapun beberapa fungsi Jurnal, yakni sebagai berikut:
  1. Fungsi Pencatatan
    yakni setiap Transaksi Keuangan yang muncul haruslah dicatat dalam Jurnal, baik itu ada perubahan Harta, Hutang, dan Modal, maupun adanya perubahan Pendapatan dan Modal. Semua ini haruslah dicatat, lau diposting ke Buku Besar.
  2. Fungsi Informatif
    yakni Jurnal memberikan informasi mengenai rincian peristiwa keuangan, seperti tanggal terjadinya transaksi, nama barang dan tempat pembelian, serta jumlah barang.
  3. Fungsi Analisa
    yakni Jurnal memberikan dasar analisa terhadap akun mana saja yang harus didebet maupun dikredit.
  4. Fungsi Instruktif
    yakni Jurnal memberikan perintah dalam pencatatan akun-akun dengan nilai tertentu pada kolom debit dan kredit.
  5. Fungsi Historis
    yakni Jurnal memberikan catatan-catatan harian keuangan secara berurutan dari hari ke hari.

BENTUK-BENTUK JURNAL


Secara umum Jurnal dapat dibagi menjadi 2 macam, yakni Jurnal Umum dan Jurnal Khusus. Jurnal Umum banyak digunakan pada sebagian besar perusahaan-perusahaan, sedangkan Jurnal Khusus digunakan pada perusahaan dagang.

  1.  Jurnal Umum
adalah Jurnal yang digunakan untuk mencatat berbagai transaksi. Jurnal umum terdiri dari pos tanggal pencatatan, pos keterangan transkasi, pos ref, pos debet dan kredit.


  1. Jurnal Khusus
    adalah Jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi yang sejenis. Jurnal khusus terbagi menjadi Jurnal Pembelian, Jurnal Pembelian, Jurnal Penerimaan Kas, dan Jurnal Pengeluaran Kas.
  • Jurnal Pembelian
  • Jurnal Penjualan
  • Jurnal Penerimaan Kas
  • Jurnal Pengeluaran Kas


Tata Cara Menjurnal


  1. Buat Kolom dengan format standar (Jurnal dua lajur) yang berisi pos tanggal, keterangan, ref, debet, dan kredit.
  2. Pada kolom tanggal bagi menjadi 2 kolom lagi. Kolom sebelah kiri digunakan untuk mencatat tahun dan bulan transaksi (tahun diatas, bulan dibawah) dan kolom kanan digunakan untuk tanggal.
  3. Catat keterangan transaksi. Pada tahap ini, keterangan transaksi yang di debet menjorok ke kiri, dan keterangan yang dikredit sedikit menjorok ke kanan.
  4. Untuk memperjelas, catat dibawah akun dengan catatan singkat tentang akun tersebut.
  5. Catat setiap akun yang sudah pasti debet dan kreditnya secara terpisah dari akun.
  6. Nama akun yang dipakai harus sesuai dengan akun yang dipakainya pada Buku Besar (Ledger).
  7. Ref (Referensi Pembukuan) digunakan apabila akun tersebut sudah dipindahkan ke Buku Besar (Ledger). Ref diisi dengan nomor akunnya.
Untuk dapat menentukan akun mana yang didebet dan dikredit, maka kita dapat melihatnya:
Kalau Aktiva (Harta) berTAMBAH atau Pasiva (Hutang dan Modal) berKURANG, maka akun didebet.

Kalau Aktiva (Harta) berKURANG atau Pasiva (Hutang dan Modal) berTAMBAH, maka akun dikredit.

PENGKODEAN AKUN


Berdasarkan klasifikasi akun, kita dapat membuat kode akun sebagai berikut:
Kode 1 untuk kelompok Harta
Kode 2 untuk kelompok Hutang
Kode 3 untuk kelompok Modal
Kode 4 untuk kelompok Pendapatan
Kode 5 untuk kelompok Biaya

Dari masing-masing kelompok, kita dapat menggunakan angka kedua untuk memperjelas jenis akun, yakni sebagai berikut:
  1. Harta
    1.1 untuk Kas
    1.2 untuk Piutang Usaha
    1.3 untuk Perlengkapan
    1.4 untuk Peralatan
  2. Hutang
    2.1 untuk Hutang Dagang
    2.2 untuk Gaji yang harus dibayarkan
  3. Modal
    3.1 untuk Modal Saham
    3.2 untuk Dividen
    3.3 untuk Ringkasan Laba/Rugi
  4. Pendapatan
    4.1 untuk Hasil Penjualan
    4.2 untuk Pendapatan diluar usaha
  5. Biaya
    5.1 untuk Biaya Perlengkapan
    5.2 untuk Biaya Gaji
    5.3 untuk Penyusutan
    5.4 untuk Biaya Rupa-rupa

Wednesday, March 13, 2013

PERSAMAAN AKUNTANSI




Persamaan Akuntansi merupakan hal yang paling dasar dalam menyelesaikan perhitungan akuntansi. Dengan mempelajari Persamaan Akuntansi akan mempermudah dalam berbagai proses Perhitungan Akuntansi mulai dari proses pencatatan, penggolongan, perangkuman, hingga pada proses pelaporan. Persamaan Akuntansi dapat dirumuskan dengan:

Dimana H ialah Harta, U adalah Hutang, dan M ialah Modal. Harta dikelompokkan dalam Aktiva yang berada disisi kiri. Sedangkan, Hutang dan Modal dikelompokkan dalam Pasiva yang berada disisi kanan.

Proses pencatatan transaksi dalam Persamaan Akuntansi haruslah seimbang diantara kedua ruas, karena semua transaksi bisa merubah besar kecilnya unsur-unsur dalam transaksi. Adapun sifat-sifat dari transaksi terhadap Persamaan Akuntansi ialah:
  1. Suatu transaksi dapat mempengaruhi ruas kiri atau ruas kanan saja, ataupun juga kedua ruas.
  2. Penambahan dalam salah satu unsur di ruas kiri diimbangi dengan penurunan dalam unsur lain diruas kiri juga, atau dapat diimbangi dengan penambahan dalam unsur lain diruas kanan. Begitu juga sebaliknya.
  3. Pendapatan selalu akan menambah Modal, sedangkan Beban selalu akan mengurangi Modal.

PENGELOMPOKKAN POS PENCATATAN DALAM PERSAMAAN AKUNTANSI

Dalam Persamaan Akuntansi ada beberapa penggolongan pos pencatatan yang disebut dengan Akun. Dalam Persamaan Akuntansi akun dapat dibagi menjadi 2 macam, yakni Akun Riil yang terdiri dari Aktiva dan Pasiva. Dan Akun Nominal yang terdiri dari Pendapatan dan Biaya.

Aktiva dalam pos Persamaan Akuntansi dapat dibagi menjadi Aktiva Lancar, Aktiva Tetap, dan Ativa Tak Berwujud.

Aktiva Lancar ialah Harta yang dapat dicairkan dalam jangka kurang dari 1 tahun.  Aktiva Lancar terdiri dari:
  1. Kas;
  2. Piutang Usaha;
  3. Perlengkapan;
  4. Pendapatan yang akan diterima;
  5. Wesel Tagih;
  6. Surat Berharga; dan lain-lain.

Aktiva Tetap ialah Harta yang dapat tidak dapat dicairkan dalam jangka 1 tahun. Aktiva Tetap terdiri dari:
  1. Peralatan;
  2. Bangunan;
  3. Tanah.
Aktiva Tak berwujud ialah Hak istimewa yang dimiliki perusahaan dari usahanya. Aktiva Tak Berwujud terdiri dari:
  1. Hak Paten;
  2. Hak Cipta;
  3. Franchaise.
Pasiva dalam pos pencatatan Persamaan Akuntansi dapat dibagi menjadi Hutang dan Modal.

Hutang dapat dibagi juga menjadi 2 bagian, yakni Hutang Lancar dan Hutang Jangka Panjang. Hutang Lancar ialah Hutang yang dapat dibayarkan dalam jangka waktu 1 tahun atau kurang, sedangkan Hutang Jnagka Panjang ialah Hutang yang dibayarkan dalam jangka waktu lebih dari 1 tahun.

Hutang Lancar dapat terdiri dari:
  1. Hutang Dagang;
  2. Pendapatan Dibayar di Muka (DP);
  3. Beban yang dibayarkan;
  4. Hutang Pembelian Aktiva Tetap (berupa cicilan Aktiva Tetap).
Sedangkan, Hutang Jangka Panjang terdiri dari Obligasi dan Hipotik.

Modal ialah bagian  hak pemilik yang berupa investasi dari pemilik dan hasil usaha perusahaan. Modal akan berkurang apabila adanya Pengambilan (Prive) oleh Pemilik Perusahaan dan adanya kerugian yang didierita bersama.

APLIKASI AKUN DALAM PERSAMAAN AKUNTANSI

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam suatu transaksi yang mempengaruhi Akun dalam Persamaan Akuntansi, yakni:
  1. Nilai peralatan akan mengurangi Kas, lalu akan membentuk akun Peralatan;
  2. Pembelian Peralatan akan menambah Harta, yang berupa akun Peralatan (Disisi Kiri) dan membentuk akun Hutang Dagang (Disisi Kanan);
  3. Pembayaran Hutang pemabayaran DP akan mengurangi Kas dan Hutang Dagang;
  4. Penerimaan hasil usaha akan menambah Kas dan Modal;
  5. Pembayaran biaya-biaya akan mengurangi Kas dan Modal;
  6. Beban Perlengkapan akan mengurangi Perlengkapan dan Modal;
  7. Beban Penyusutan akan mengurangi nilai Peralatan yang ada, kemudian akan membentuk akun Penyusutan disisi kiri;
  8. Pengambilan pribadi (Prive) akan mengurangi Modal.

Thursday, January 31, 2013

LAPORAN KEUANGAN DALAM AKUNTANSI

Affiliate Program ”Get Money from your Website”


PENGERTIAN LAPORAN KEUANGAN DAN KRITERIA YANG HARUS TERPENUHI

Laporan Keuangan (Financial Statment) adalah laporan dalam sistem akuntansi dimana didalamnya terdapat informasi keuangan yang berupa aktiva, hutang, dan modal, serta memuat laba yang dihasilkan dan biaya yang dikeluarkan, serta perubahannya dalam kegiatan operasional.
Dalam proses pelaporan keuangan ada beberapa kriteria yang wajib dipenuhi agar laporan keuangan lebih terpercaya, yakni:
  1. Relevan, yakni laporan keuangan harus sesuai dengan tujuan kegiatan perusahaan.
  2. Dapat Dimengerti, yakni laporan tersebut harus mudah dipahami oleh pemakai laporan.
  3. Dapat diuji kebenarannya dan memakai norma ukuran yang seragam
  4. Netral, yakni laporan bukan hanya ditujukkan untuk pihak tertentu.
  5. Lengkap, yakni laporan keuangan harus memakai seuruh data tanpa ada yang terlewatkan.

 
AKUN DALAM LAPORAN KEUANGAN

Akun adalah catatan formal akuntansi yang digunakan untuk mencatat transaksi yang terjadi selama periode tertentu. Dalam penyusunan laporan keuangan akun sangatlah diperlukan. Akun didalam laporan keuangan terdiri dari Akun riil, yakni akun yang bersifat permanen yang menerangkan posisi saldo keuangan pada Neraca. Akun ini dikelompokan sebagai akun aktiva, akun hutang, dan akun modal.
Selain itu, terdapat akun nominal yang digunakan dalam laporan laba-rugi. Akun nominal ialah akun yang bersifat sementara dan digunakan pada laporan pendapatan dan biaya-biaya.
 

Friday, December 7, 2012

RANGKUMAN AKUNTANSI I ver. 1


Akuntansi adalah konsep dan teknik yang digunakan untuk mengukur dan melaporkan informasi keuangan dalam suatu unit usaha ekonomi.

Menurut AICPA (American Institute of Certified Public Accountans) pada tahun 1941, mendefinisikan akuntansi sebagai :
“seni mencatat, menggolongkan dan meringkas transaksi dan kejadian yang bersifat keuangan dengan cara tertentu dan dalam bentuk satuan uang, serta menafsirkan hasil-hasilnya.”

Aspek penting dalam Akuntansi:
  • Akuntansi  adalah suatu proses dalam pencatatan, penggolongan, peringkasan   transaksi
  • Akuntansi memproses transaksi keuangan dengan cara mempunyai pola tertentu dan menggunakan satuan uang sebagai alat pengukur
  • Akuntansi tak sekedar proses pencatatan, penggolongan, dan peringkasan belaka, tapi meliputi juga penafsiran terhadap hasil dari proses-proses tersebut.


 
Back To Top
Copyright © 2014 Ikubaru's Blogzia. Designed by OddThemes